Akta Kematian

  • Senin, 15 Januari 2018 operator3

    Setiap Kematian Wajib dilaporkan oleh Penduduk kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota ditempat terjadinya peristiwa Kematian paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah/sejak Kematian.

    A. Pencatatan Kematian bagi WNI

    1. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam Pencatatan Kematian bagi WNI adalah:
      1. Surat Kematian (visum) dari dokter/petugas kesehatan
      2. Surat Keterangan Kematian dari Kepala Desa/Kelurahan
      3. KK dan KTP yang bersangkutan
      4. Akta Kelahiran yang meninggal
      5. Surat Ganti Nama dari pengadilan apabila yang bersangkutan telah ganti nama
      6. Pencatatan kematian yang melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari sampai dengan 1 (satu) tahun sejak tanggal kematian, pencatatan dilaksanakan setelah mendapatkan izin atasan Pejabat Pencatatan Sipil
      7. Pencatatan Kematian yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun, dilaksanakan berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri.
    2. Prosedur pelayanan Pencatatan Kematian bagi WNI adalah sebagai berikut:
      1. Petugas Desa/Kelurahan mengisi dan menandatangani Surat Keterangan Kematian dalam formulir model trifikat
      2. Pemohon mengisi formulir yang telah disediakan dengan melampirkan persyaratan lengkap beserta fotokopinya dan menandatangani buku register
      3. Petugas loket melakukan verifikasi dan validasi atas isian formulir dan persyaratan, mencatat dalam registrasi Akta Kematian dan menerbitkan kutipan Akta Kematian
      4. Petugas pada Instansi Pelaksana melakukan proses pencatatan, penerbitan dan selanjutnya diteliti dan diparaf oleh pejabat teknis di Bidang Pencatatan Sipil kemudian penandatanganan register dengan kutipan Akta oleh Kepala Instansi Pelaksana
      5. Proses pembuatan Pencatatan kematian paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah persyaratan dinyatakan lengkap

    B. Pencatatan